Rabu, 21 November 2012

Tour To Dewata Island "Pulau Bali"


Matahari pagi perlahan namun pasti memperihatkan gagah dan merah sinarnya di ufuk timur, burung berkicau merdu, daun-daun menari-nari melantunkan dzikir pada Ilahi Robbi, kabut perlahan menghilang dengan datangnya sinar pagi, embun berjatuhan ke bumi meninggalkan dedaunan, di dalam ruangan kamar petak berukuran 5X4 M, keluar seorang gadis kecil yang hendak pergi travellling, dia hendak pergi tour ke Bali bersama beberapa teman dan janjian bertemu di Bandara Sepinggan Balikpapan.
Speed bout yang saya tumpangi perlahan tapi pasti berjalan membelah sungai Kayan, mengarungi lautan menuju Pulau Bumi Pakutaka, dimana Tarakan merupakan tempat Bandara Juwata, disanalah saya akan diterbangkan ke Balikpapan untuk bertemu teman lainnya.
Suara pesawat terbang dengan lambang singa berwarnah merah tampak terdengar kencang mendarat di Bandara Sepinggan, kedatangan pesawat disambut oleh petugas lapangan dan Pilot berusaha mencari tempat yang tepat untuk memarkir pesawat agar dapat mendarat dengan baik.  Para penumpang keluar secara tertib meski sebagian lagi tetap duduk di atas kursi pesawat karena mereka akan segera diterbangkan menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makasar, dan saya sendiri termasuk penumpang yang hanya sampai Balikpapan karena saya dan teman lainnya akan melanjutkan perjalanan dengan pesawat yang berbeda.
Sambil menikmati makan siang di salah satu restouran Bandara Sepinggan muncul seorang sahabat yang memang sudah janjian dengan saya, taksadar makanan sudah dari tadi telah habis dan jam sudah menunjukan angka 4 dan 12 itu artinya kami harus segera check in untuk melanjutkan perjalanan menuju Surabaya karena Neng Icha dan Mbak Lis menunggu kami di Bandara Juanda Surabaya untuk bersama-sama melanjutkan perjalanan menuju Pulau Dewata, Bali.

Senin, 12 November 2012

Semua Indah Pada Waktunya…………



“Dan diantara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” QS. Ar-Rum (30):21.
        Jodoh adalah misteri Ilahi, tak seorangpun bisa menentukan dengan pasti dengan siapa dia akan dipasangkan dalam mengarungi bahtera kehidupan ini, dan hal ini merupakan tanda-tanda kekuasaan-Nya, seperti dalam firman-Nya di atas, namun meski Allah telah menentukan jodoh setiap umat-Nya tapi semua harus diusahan untuk menunaikannya.
Istri yang sejati hanya akan didapatkan dari cara-cara yang syar’i. Alangkah keliru seseorang hanya karena tidak tahan dikatakan sebagai bujang lapuk atau perawan tua, lalu ia rela menikah dengan sembarang orang tanpa memperhatikan iman dan akhlaknya.

Dalam kondisi seperti ini, sebagai orang yang beriman dan percaya pada janji-janji Allah SWT, hal terbaik yang bisa kita lakukan selain berikhtiar adalah berdoa, bertahajud, bermunajat dalam keheningan malam, memohon kepada Allah SWT agar dipilihkan yang terbaik.

Sudah banyak contoh dalam kehidupan nyata, betapa sabar sungguh-sungguh menjadi penolong terdahsyat dalam kehidupan termasuk hal mencari jodoh. Mereka yang bersabar menjalani ketetapan Allah SWT, dengan belum dipertemukan jodohnya, namun tetap semangat beribadah dan beramal baik, pada akhirnya Allah mengirimkan kepada mereka pangeran tampan atau putri cantik sebagaimana yang mereka dambakan.