Rabu, 08 November 2017

17-06-11-17

17-06-11-17
Uhm... angka yang unik dan ada ceritanya...

sebagian Pegawai BPS Kab. Konawe
Sebagian pegawai BPS Kabupaten Konawe
Hari itu saya tidak pulang tepat waktu, biasa ASN BPS suka ngelama-lamain di kantor "tujuannya sih jelas, menyelesaiakn pekerjaan agar besok bisa mengerjakan pekerjaan yang lai" tapi kalau kali ini alasannya bukan itu, tapi karena motor saya lagi di bengkel jadi nebeng teman, teman yang ditebengi lagi lembur nyelesaiin deadline kerjaan, walhasil saya juga pulangnya tidak tepat waktu.
berbicara tepat waktu, sebenarnya saya orang yang tepat waktu walau kadang-kadang juga tidak displin kalau ada alasannya.
Sore itu tepatnya jam 17.00 Waktu Indonesia Tengah khusunya Indonesia Tengah bagian Sulawesi Tenggara, tanggal 06 bulan 11 Tahun 2017 (17=6+11=17 "Uniknya tuh disini, he...)  saya dipanggil ke ruang ibu kepala BPS, kepala saya tiba-tiba sibuk mencari jawaban atas pertanyaan, perihal alasan saya dipanggil ke ruang pimpinan, hati saya mulai tidak tenang, apa mungkin ini ada kaitannya dengan kinerja saya yang akhir-akhir ini kurang efektif.
ah... sudahlah, jawabannya akan saya dapatkan setelah di dalam, pikirku mulai pasrah............
Sudah hampir sepuluh tahun tercatat dan aktif sebagai ASN, baru kali ini merasakan hal semacam ini, di ruang  pimpinan, ada saya, kepala, kasubag dan operator absen, saya diintrogasi (bahasa kriminal alias lebay) he.... ditanyai kenapa hal demikian bisa saya lakukan,
tanpa pikir panjang saya menjelaskan apa yang terjadi pada saya akhir-akhir ini, dan apa yang terjadi beliau (ibu kepala) memberikan beberapa contoh pegawai yang punya kasus hampir sama tapi beda jauh menurut saya, coba bayangkan, tinggal jauh dari kantor, sekitar 70 kilometer, naik angkot bawa anak bayi (menangis kalau ditinggal) dan kalau tinggal di kosan dekat kantor konsekuensinya harus berdua sama anak bayi, mungkin bagi yang sudah pengalaman akan berasa sesuatu yang ringan, tapi bagi saya, ibu yang baru belajar beradaptasi, rasanya tidak berat tapi perlu waktu untuk

Rabu, 31 Mei 2017

Kemana Melabuhkan Cinta?

Cinta muncul karena adanya keindahan yang ditangkap oleh panca indra . Seperti wajah yang rupawan, pemandangan yang indah dan sebagainya. Nah, sekarang mari kita telusuri dari mana munculnya keindahan, dan siapa sebenarnya memiliki keindahan dan siapa sebenanrnya yang layak dicintai.
Bila kita jatuh cinta pada seseorang karena rupanya, dari siapakah ia mendapatkan wajah itu? bila kita mengagumi seorang pemimpin yang adil dan bijaksanaadari siap pula ia memiliki keutamaan itu? Bila kita melihat air pegunungan yang mengalir jernih, air terjun yang indah berpelangi, atau dasar laut yang cantik memikat, siapakah yang menciptakan semua keindahan itu?
Teman, bila kita tahu bahwa segala kecantikan datangnya dari Allah, segala keindahan berasal dari Allah, dan segala kesempurnaan adalah milik Allah. Siapa lagi yang layak kita kagumi dan kita cintai selain Allah?

Yang Mencintai Dirinya Akan Mencintai Tuhannya
Pada penyebab pertama lahirnya cinta, tentu kita ketahui bahwa manusia itu mncintai dirinya, kesempurnaannya, dan kelangsungan hidupnya. Ia benci pada kebinasaan, kehancuran dan kekurangan dirinya. Ini adalah naluri setiap mahluk hidup. 
maka dari itu, ia harus cinta kepada Allah, karena orang yag mengenal dirinya dan Allah pasti tahu bahwa ia tidak memiliki keberadaan, kehancuran, kemajuan dan semua yang ia alami merupakan hadiah dari Allah, dan ia pun akan kembali kepada-Nya.

Yang Mencintai Kebaikan Akan Mencintai Tuhannya 
Kita semua mencintai kebaikan, semua orang akan mencintai orang lain yang teah berbuat baik kepadanya, yamg membantunya dengan harta, yang menolongnya dari musuh-musuhnya, yang berlaku lemah lembut dan santun kepadanya, yang memberikan manfaat baginya dan membantunya mencapai tujuan yang dicita-citakannya.
Karena kebaikan-kebaikan itulah ia jatuh cinta kepadanya. Tapi, dari manakah datangnya kebaikan-kebaikan itu? Karena, bila orang tersebut mengetahui dengan sebenar-benarnya, ia akan tahu bahwa yang berbuat baik kepadanya tidak lain adalah Allah. Maka, seharusnya ia tidak mencintai selain Allah, sebab kabaikan Allah kepada semua hamba-Nya tidak mampu menghitungnya.

"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya," (QS An-Nahl: 18).

Rabu, 01 Februari 2017

*SELAMAT MENIKMATI CINTA BARU ANDA*

Tulisan ini saya copas dari group WA wonderfull Parenting (sudah izin kok) , biasanya saya hanya ngepost tulisan sendiri (walau tulisannya masih sangat sederhana pake bangat) tapi karena bagi saya, ini tulisan bisa menambah wawasan bagi pasangan suami istri agar bisa mengukur perjalanan rumah tangga yang telah dilalui dan mengantisipasi hadirmya perselisihan yang bisa membuka celah pertikaian dan hilangnya cinta diantara keduanya.   📝 Pemateri : *Ustadz Cahyadi Takariawan dan Ustadzah Ida Nur Laila*

*Tahap kehidupan berumah tangga:*

1. *Romantic Love*
Terjadi di masa awal pernikahan. Segala sesuatu tampak Indah pada diri pasangan. Kekurangan pasangan bukan suatu masalah. Pada tahap ini terbentuk mawaddah (Cinta yg menggebu). Masa ini biasa terjadi 3-5 tahun awal pernikahan.

2. *Distress / disappointment*
▶Segala sesuatu dapat dipermasalahkan. Hal kecil bisa menjadi masalah besar.
▶Pihak yang paling mendapat ketidakpuasan dalam pernikahan adalah istri, karena dominan perasaan. Padahal disaat istri marah, sebenarnya istri sedang mengeksplorasi perasaannya, bukan benar2 serius terhadap perkataannya. Saat istri marah sebenarnya hal yang perlu dilakukan suami adalah memeluknya, memberi waktu istri menumpahkan perasaannya. Jika sudah selesai, bisa dibicarakan baik2 apa harapannya juga harapan suami.
Struktur laki2 berpikir: GLOBAL, menangani data dan fakta.
Struktur perempuan berpikir : DETIL, mengeksplorasi perasaan.

Contoh dalam hal belanja. Suami cenderung cepat memilih baju, memutuskan membeli, membayar. Istri keliling 1 toko, ke toko lain, sampai keliling 1 mall. Pada saat memilih baju di antar toko, sebetulnya istri sedang memgeksplorasi perasaannya, ini yang sering sulit dimengerti suami. Dalam hal ini di luar negri setahap lebih maju, banyak mall didekatnya ada coffee shop, untuk tempat suami menunggu istri belanja (husband day care ☕🍪).
Jika bisa melalui tahap distress, beranjak ke tahap 3

3. *Knowledge dan awareness*
Dapat lebih mengenali pasangan lebih detil. Saling belajar mengenali pasangan. Mencoba memahami apa adanya. Berusaha mengenali pasangan dengan baik. Belajar membentuk keluarga sakinah.

4. *Transformation*
Menerima pasangan dengan tanggung jawab. Dapat menerima secara realitas diri pasangan.

5. *Real love*
Mencintai pasangan dengan sebenarnya. Pada tahap ini terbentuk Rahmah ( cinta yg mendalam).

Selasa, 27 September 2016

HSN 2016 BPS Bulungan "Kerja Nyata dengan Data"


 Sinar pagi ini tidak secerah biasanya, mentarinya bersembunyi dibalik awan hitam, menjadikan hari ini mendung, namun hal demikian tidak menghilangkan bahkan tidak mengurangi semangat kami untuk melaksanakan apel Hari Statistik Nasional 2016, dan hal ini dilaksanakan oleh seluruh insan BPS di seluruh penjuru Nusantara.
Tepat jam 08.00 Wita, kami merapikan barisan sesuai komando yang dipimimpin oleh sahabat kami Muhammadsyah.
“Pembina apel memasuki lapangan apel”

“Menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan Mars Statistik”  
Seluruh peserta apel menyanyi dengan semangat dipimpin oleh dirgen Tiara Kusuma Widiyaningrum, S.ST, agar pembaca tau bagaimana gambaran semangat Insan Statistik dalam mendedikasikan diri untuk negeri, jadi saya coba tulis disini ya...
Mars Statistik

Kami insan statistik
Penuh cita mengabdi
Untuk bangsa dan negara tercinta

Kami Profesional,
Kami Berintegritas
Kami Amanah
Itulah janji kami pada negri

Statistik untuk bangsa
Bangkitlah Indonesia
BPS terpercaya dalam data

Bangkitlah Indonesia
Majulah Indonesia
Siapkan dirimu putra bangsa
Berkarya dengan data
'Tuk Indonesia Jaya
Dengan data kita bangun negara

Bangkitlah statistik
Langkahkanlah tekadmu
Wahai putra bangsa yang tercinta
Berkarya dengan data
'Tuk Indonesia Jaya
Bergandeng tangan membangun
negara
 Bergandeng tangan membangun
negara


Protokol membaca lanjutan susunan acara
“Amanat pembina apel”
disampaikan oleh bapak kepala BPS Kab. Bulungan Maibu Barwis Sugiharto, S.ST, M.Si
Seluruh peserta apel diistirahtkan, dan pembina apel memulai arahannya, namun dalam arahan pembina, beliu hanya menyampaikan sambutan bapak kepala BPS RI, dalam sambutannya berisi:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua

Uniknya Pawai Malam Lebaran di Ibukota Kalimantan Utara (Tanjung Selor)

Pawai Kapal Di Sungai Kayan


         Malam ini Tanjug Selor tidak seperti biasanya, ada yang berbeda dari malam malam sebelunya, warga mulai dari yang muda sampai tua berbondong bondong menuju siring (pinggir  sungai Kayan), tidak ada yang mau melewatkan momen yang unik yang diadakan sekali setahun, tepatnya pawai kapal di sungai Kayan pada malam lebaran Idul Adha.
         Keunikan  pawai seperti ini hanya bisa ditemukan di Tanjung Selor dan ini sudah bertahun tahun dilaksanakan. Tidak hanya unik, pawai ini membawa kita  mengagungkan Allah SWT, bahkan pawai ini membawa kita merasakan suasana beribadah di Tanah Suci Mekkah, bagaiman tidak kapal kapal pawai dihiasi dengan ornamen Arabian yang unik, membuat kotak hitam menyerupai Ka’bah sambil beberapa anak berputar dengan mengelilingi dengan menggunakan pakaian seperti jamaah haji yang sedang Tawaf. Diantara kapal kapal itu ada juga yang membawa bedug diiringi irama takbir, yang menghanyutkan perasaan dan tidak akan menyadari tetesan air akan keluar dari kelopak mata.
Lampu yang menghiasi kapal akan menyinari gelapnya malam dan pantulan cahaya dari air sungai Kayan begitu memanjakan mata seluruh warga Tanjung Selor yang ikut menyaksikan pawai ini. Saya yakin, kesedihan, keletihan, kegalauan hati  akan sejenak terbawa oleh derasnya arus sungai Kayan.
          Penasaran dengan keunikannya, silahkan berkunjung ke ibu kota Kalimantan Utara pada setiap malam tanggal 10 Dzulhijh (10 Arafah).

Tanjung Selor, 11 September 2016

Kamis, 15 September 2016

Sayyang Pattu’du Tradisi dari Tanah Mandar (Sulawesi Barat)



Mandar adalah salah satu suku yang mendiami pulau Sulawesi khusunya di Propinsi Sulawesi Barat,dimana di Propinsi Sulawesi Barat suku Mandar yang mendiami hampir 50% dari populasi penduduk Sulawesi Barat.
Sulawesi barat merupakan anak dari Sulawesi Selatan, dimana pada tahun 2014, Sulawesi Barat memutuskan untuk melepaskan diri dari induknya, berusaha berdiri sendiri. Sejak saat itu Sulawesi Barat mulai meniti langkah untuk berkembang dan maju.

Sayyang Pattu'du (Kuda Menari)
Mandar adalah suku yang memiliki tradisi yang tidak kalah dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia, diantaranya Sayyang pattu’du (hanya ada di Mandar), Parrawana (main rebana), pakkalindaqda, Perahu Sandeq.

Tradisi Sayyang Pattu'du atau "kuda menari" adalah tradisi syukuran terhadap anak-anak yang berhasil mengkhatamkan Alquran sebanyak 30 juz.
Parrawana (Pemain Rebana)
Syukuran itu dilakukan dalam bentuk arakan keliling kampung dengan menggunakan seekor kuda yang menari di bawah lantunan irama para pengiring Parrawana (tradisi memainkan rebana, Kegiatan ini dilakukan setiap ada acara pesta perkawinan ataupun khataman Alquran), selain iringan parrawana, akan terdengar juga kalindaqda (tradisi yang dilakukan orang Mandar berupa penyampaian perumpamaan saat hendak menyampaikan keinginannya kepada seseorang. Biasanya penyampaian itu berupa sindiran-sindiran yang bisa membuat lawan bicara tertegun. Kalindaqdaq juga terkadang bernuansa sebuah puisi, rayuan kepada wanita, dan bahkan terkadang juga berisikan motivasi atau semangat kepada pejuang pada masa perjuangan perebutan wilayah kekuasaan para raja di tanah Mandar).

Rabu, 26 Agustus 2015

Destinasi Wisata Propinsi Termudah di Indoneisa (Kalimantan Utara)



Selamat Datang di Ibu Kota Propinsi Kalimantan Utara
Sungai Kayan
Kalimantan Utara merupakan Propinsi termudah yang dimiliki Indonesia saat ini, yang letaknya berbatasan dengan Negara tetangga yaitu Malaysia.
Saat anda berkunjung ke Tanjung Selor ibu Kota Propinsi Kalimantan Utara, anda tidak ada mendapatkan sambutan ramainya kendaraan yang berlalu lalang, tingginya bangunan pencakar langit dan puluhan jembatan penyeberangan ataupun  jembatan layang, meski kalimantan Utara memiliki sungai yang tak terhitung jumlahnya,  Tapi anda akan disuguhi indahnya panoram alam dan tenangnya arus sungai Kayan, ditambah ramahnya penduduk yang mediami kota ini.
Sinar Jingga di sungai Kayan
Jika anda berangkat dari ibu kota Negara (Jakarta), pesawat akan menurunkan anda sampai di Kota Tarakan (Salah satu Kota di Kalimantan Utara), namun untuk sampai di Tanjung Selor ibu kota Kalimantan Utara   anda akan melintasi laut Kalimantan dan membelah sungai Kayan dengan menaiki Speed Boat. Dalam perjalanan anda akan disuguhi indahnya lukisan Sang Pencipta, pohon yang tertata rapi, selain itu anda akan menyaksikan  ibu-ibu yang mencuci pakain di pinggir sungai dan kebahagian anak-anak dalam menikmati asyiknya berenang bebas di pinggir sungai. Perjalanan dari Tarakan menuju Tanjung Selor ditempuh kurang lebih satu jam lima belas menit.
Sungai-Sungai di Tanjung Selor nampak dari ketinggian
Gunung Putih
Sebelum anda tiba di pelabuhan Kayan Dua, sebagai langkah awal menginjakan kaki di Tanjung Selor, diperjalanan anda akan disambut Gunung yang terlihat Putih (Gunung Kapur) yang tidak terlalu tinggi  juga tidak rendah. Untuk filosofi mengapa Gunung ini disebut Gunung Putih, mungkin karena gunungnya batunya Putih. Gunung putih juga merupakan nama salah satu Desa di Kecamatan Tanjung Palas. Jarak Gunung putih dengan Tanjung Selor  cukup dekat, hanya dengan menaiki perahu kayu (orang Tanjung Selor menyebutnya Tambangan), maka anda akan sampai di pelabuhan ibu Kota kecamatan Tanjung Palas. Dari pelabuhan Tanjung Palas untuk sampai ke Tempat wisata Gunung Putih  bisa jalan kaki jika anda seorang penikmat jalan sehat, tapi juga bisa naik ojek yang hanya bertarif lima ribu rupiah (masih bisa nego, he...).
Untuk sampai pada puncak Gunung Putih anda harus melewati puluhan anak tangga yang cukup menguras tenaga, diiringi suara-suara burung dan khas suara alam, ketika anda sampai pada puncak gunung dan merasakan hembusan angin Sungai Kayan serta menikmati Indahnya kota Tanjung Selor diengkapi aksesoris pohon-pohon nan ijo dan hamparan rumah penduduk, maka anda akan melupakan berapa banyak energi yang anda keluarkan untuk mencapai tempat ini, selain keindahan pemandangan di atas puncak Gunung anda juga bisa memasuki Gua.
Kesultanan Bulungan
Tidak jauh dari Gunung Putih anda bisa mengunjungi Museum Kesultanan Bulungan, disaat anda mulai memasuki MeseumKesultanan ini anda akan terbawa suasana pada kehidupan zaman dahulu, zaman perjuangan melawan penjajah. Anda akan mendapat banyak pelajaran dan hikmah dari koleksi-koleksi barang antik dan foto-foto yang tertata rapi diantaranya barang-barang peninggalan kerajaan tempo dulu, seperti singgasana Raja, tempat mandi maupun barang keperluan sultan sehari-sehari. Termasuk silsilah Para Sultan Bulungan yang pernah berkuasa.
Tugu Perdamaian
    Lima menit anda meninggalkan Pelabuhan Sungai Kayan anda akan mendapatkan sambutan hangat Tugu Perdamaian yang beridiri Kokoh yang terletak di Pertigaan Jalan Sabanar, Katamso dan Sengkawit. Tuguh ini dibangun sebagai simbol kehidupan yang damai antar Suku yang mendiami Kalimantan Utara Khususnya kota Tanjung Selor, dimana di Kota ini berbagai Suku melebur jadi satu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda satu jua), terbukti pada ujung tuguh Perdamaian ini bertengkar patung yang menyerupai Burung Garuda.  Suku-suku yang mendiami Kota Kalimantan Utara antar lain Suku Bulungan, Dayak, Tidung ( Tiga Suku Pribumi yang biasa disingkat Bultiya), Bugis, Jawa, Banjar, Arab, Tinghoa, dan tak terlewatkan Suku Mandar (Suku yang terdapat di Propinsi Sulawesi Barat, kakak termudah dari Propinsi Kalimantan Utara).
Tugu perdamaian merupakan tempat nongkrong, tempat jogging  atau hanya sebagai tempat melepas kepenatan setelah seharian beraktifitas, karena suasana tugu perdamaian mampu mendamaikan hati yang sedang gundah, gelisah, kecewa, selain suasannya yang nyaman, damai, asri anda juga bisa menikmati Internet gratis yang disediakan Pemerintah Daerah Bulungan sambil menyantap jajanan jagung bakar keju, Gorengan, minuman buble, dan yang unik ice cream pot (beli ice cream dapat bonus pot bunga).